Menjaga keseimbangan

bolaskor.me


Menjaga keseimbangan


Bagi sebagian besar laki-laki, ada kebutuhan untuk merasa seperti seorang laki-laki. Ini biasanya berarti menjadi maskulin, melakukan hal-hal yang maskulin, dan dihargai karena kemaskulinannya. Yang cukup menarik adalah walaupun kita memahami mengapa perempuan perlu merasa feminin, kita tidak bisa sepenuhnya memahami atau menghargai kebutuhan laki-laki untuk merasa maskulin.

Maskulin memiliki arti yang berbeda bagi setiap individu. Bagi sebagian laki-laki, maskulin mungkin diasosiasikan dengan olahraga, bagi sebagian laki-laki lain mungkin berarti nongkrong bersama sesama laki-laki, bagi sebagian laki-laki lainnya lagi mungkin berupa apa yang mereka baca atau tonton di TV, atau hobi mereka. Namun, bagi sebagian besar laki-laki, maskulin ada hubungannya dengan komponen fisik. Walaupun ada banyak laki laki yang tidak terlalu peduli dengan urusan fisik, tapi mereka terstimulasi oleh hal-hal yang berbau fisik. Menonton olahraga, memainkan permainan laga, menonton film laga, atau membaca buku laga semuanya mengandung komponen fisik yang kuat dan biasanya dianggap maskulin.

Menurut saya, sebagian besar laki-laki memerlukan hal ini untuk menyeimbangkan hidup mereka. Tapi sekali lagi, bagi sebagian besar pemilik bisnis kecil, masalah terbesar adalah waktu atau yang lebih penting, kurangnya waktu. Apa yang harus dikorbankan jika waktunya tidak cukup? Semua aktivitas ini, yang entah bagaimana berubah dari hiburan yang bisa mengurangi stres dan menyeimbangkan hidup menjadi aktivitas opsional yang akan dilakukan jika waktu mengizinkan yang tentu saja jarang terjadi karena daftar tanggung jawab kita terus bertambah.

Hasil akhirnya hidup laki-laki menjadi tidak seimbang, laki-laki merasa kurang ‘laki-laki’ tanpa benar-benar mengetahui alasannya. Ini jelas merupakan suatu generalisasi yang luas, tapi sekali lagi, menurut pengalaman saya masalah ini sangat umum dan terus berkembang.

Apa yang bisa saya lakukan hari ini?

Apa yang Anda lakukan untuk membina energi maskulin Anda? Apakah Anda tahu apa yang membuat Anda merasa lebih ‘laki laki’? Buat daftar aktivitas-aktivitas ini dan yang paling penting, betapapun sibuknya Anda luangkan waktu untuk melakukan aktivitas tersebut. Anda akan merasa jauh lebih percaya diri, lebih tenang, dan sepertinya lebih komplet. Namun, pastikan untuk menjelaskan konsep ini ke pasangan sehingga mereka memahami apa yang Anda lakukan dan alasannya.

Pastikan mendukung bukan menghalangi Anda

Satu hal tentang laki-laki: kami suka menjalin ikatan dengan laki laki lain. Inilah biologi suku kami. Sekelompok laki-laki yang duduk duduk di sekitar mesin pembuat kopi (dulunya api unggun) akan mendiskusikan segala macam hal yang sebagian besar tidak relevan, tapi aman secara sosial. Daripada membicarakan tentang dikejar oleh harimau gigi pedang (‘Wah, besar sekali harimau itu!’), kini kami membicarakan tentang sepak bola, mobil, dan memancing. Bisnis seringkali menjadi topik panas dan selalu menyenangkan untuk bisa mengemukakan pendapat dan kekhawatiran Anda menyangkut bisnis kepada teman-teman laki-laki Anda, tapi ini juga merupakan skenario yang rumit.

Tidak semua orang memiliki pandangan yang sama tentang bisnis. Sebagian laki-laki memandangnya dengan penuh kepahitan, mungkin karena pernah mengalami pengalaman buruk pada masa lalu. Beberapa mungkin bekerja untuk orang lain dan merasa bahwa apa yang Anda lakukan sangat berisiko dan gila. Sebagian mungkin diam-diam iri pada Anda karena berani mencobanya. Dan tentu saja akan ada beberapa orang yang akan mendukung Anda tanpa syarat karena mereka adalah teman sejati yang setia dan bangga atas pencapaian Anda.

Apa pun kasusnya, penting bagi para laki-laki untuk menjadi cukup kuat untuk mengetahui kapan laki-laki lain dalam hidup mereka merupakan pengaruh yang baik dan kapan tidak. Jika Anda kesulitan dalam menemukan keseimbangan antara bisnis dan keluarga, Anda menginginkan teman yang bisa memahami, tapi tidak manipulatif. Pergi keluar dan mabuk-mabukan juga tidak akan mempermudah masalah. Demikian juga dengan hanya duduk duduk dan mengomel tentang betapa sulitnya hidup.

Poin yang ingin saya tekankan adalah walaupun kita membutuhkan teman-teman laki-laki di sekitar, kita juga harus bisa membedakan kapan mereka bersifat suportif dan kapan mereka bersifat destruktif. Saya sangat waspada terhadap pengaruh negatif yang dimiliki sebagian laki-laki. Mereka begitu getir dan hancur sampai sama sekali tidak memiliki kata-kata positif untuk diucapkan. Saya tidak punya ruang lagi dalam hidup saya untuk orang-orang seperti itu dan saya tidak mau membuang-buang waktu saya bersama mereka. Mungkin terdengar kejam, tapi ini perlu dilakukan. Jika Anda ingin sukses dalam berbisnis dan memiliki hidup yang seimbang, kelilingi diri Anda dengan orang orang sukses dan seimbang yang Anda hormati dan kagumi.

Apa yang bisa saya lakukan hari ini?

Lihat sekeliling Anda. Apakah ada teman laki-laki dalam hidup yang membuat Anda merasa tertekan? Itu pilihan Anda, tapi apakah Anda benar-benar ingin mereka mempengaruhi Anda? Mungkin dengan menghardik dan memperingati mereka untuk tidak mengulanginya lagi akan membuat mereka merenungkan hidup mereka dan tidak lagi bertingkah menyedihkan.

bolaskor.me

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjaga keseimbangan"

Posting Komentar